Yusqon, Pendiri Taman Baca yang Berjiwa Sosial.

Karena kesukaannya akan membaca dan kegiatan sosial, Pria dengan senyum ramahnya ini mempunyai keinginan kuat untuk memajukan pendidikan khususnya bagi mereka yang nasibnya kurang beruntung akan dunia pendidikan.

Yusqon adalah salah satu warga Tegal yang peduli akan dunia literasi. Setelah menyandang gelar S3 di Universitas Negeri Semarang sekarang menjadi guru di SMKN 2 Kota Tegal. Sebelumnya ia juga pernah menjadi guru, kepala sekolah, dan dosen di Politeknik Harapan Bersama Tegal.

Keinginan dan tekadnya itu disambut baik oleh walikota Tegal saat itu Ikmal Jaya. Pada waktu itu dari walikota mencanangkan program “ Tegal Cerdas”, kemudianYusqon menemui walikota untuk menyampaikan disertasinya dan disetujui oleh walikota. Karena disertasi yusqon “Long Life Education” cocok diterapkan di Terminal Kota Tegal. Dengan bermodalkan tekad yang kuat dan kepercayaan dari walikota maka dibukalah Taman Baca Sakila Kerti pada tahun 2011.

Bertempat dikomplek terminal Tegal dengan luas yang tidak besar, Yusqon mendirikan Taman Baca Sakila Kerti. Nama Sakila Kerti Ia dapatkan dari hasil perenungan sendiri,  Sakila Kerti yang berarti “Kecerdasan Rasa.”

Awal dibukanya Taman Baca di Terminal Kota Tegal ini mendapatkan kendala tersendiri. Menurutnya kendala yang pertama adalah adaptasi dengan lingkungan Terminal yang belum ada orang yang Ia kenali. kendala yang kedua adalah sulitnya member pemahaman kepada warga di Terminal bahwa Taman Baca Sakila Kerti ini bukan semata-mata untuk dirinya sendiri, tetapi sebenarnya untuk mereka yang selama ini kurang mendapatkan pendidikan. Kendala yang ketiga adalah ada oknum tertentu yang ingin warga terminal itu agar tidak cerdas, makanya dari mereka menyambut negative akan keberadaan taman baca di Terminal. Namun keinginan untuk mengentaskan buta aksara membuatnya bertahan melewati berbagai kendala tersebut. Dan pada akhirnya masyrakat di Terminal mau menerima keberadaan taman baca Sakila Kerti setelah melalui berbagai macam proses.

Selain sebagai fasilitas untuk membaca, Taman Baca Sakila Kerti juga menjadi tempat untuk belajar dan sekolah kejar paket. Ada tiga macam kegiatan belajar yang ada di Taman Baca Sakila Kerti. Pertama adalah kegiatan Keaksaraan untuk penumpasan buta akasara. Yang kedua adalah kegiatan Kesetaraan untuk kejar paket ABC. Dan yang ketiga adalah kegiatan Keterampilan untuk memberikan keterapilan masyarakat yang ada  di sekitar Terminal. Selain itu disana juga melakukan kegiatan lain seperti memberi kesempatan warga membuat karya dan memperingati hari-hari besar.

Usaha dan kerja keras Yusqon dalam mendirikan Taman Baca di Terminal mendapat banyak penghargaan. Terhitung Taman Baca SakilaKertitelah lima kali memperoleh penghargaan nasional. Yang terakhir adalah pengahargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai pemenang dalam kompetisi inovasi pelayan public melalui tulisan Ladis Song Malam yang merupakan kepanjangan dari Layanan Inovasi Simultan untuk Pengasong Masyarakat Lansia Terminal. Selain itu Taman Baca Sakila kerti juga telah beberapa kali mendapatkan pengahargaan dari wali kota Tegal.

Harapan Yusqon kedepannya khususnya untuk para generasi pemuda “Mendengar sebelum berkata. ”Artinya orang cerdas berawal dari mendengar dulu daripada berkata dulu, karena orang yang berkata dulu itu tergantung dari hati orang. Kalau hatinya sedang kurang baik maka perkataan itu bias menyakiti orang lain.

Penulis: Fatkhurozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *