OPEN HOUSE FORMASI, MENJADI PEMUDA BAPER

“Demi Allah hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa, jika kedua hal itu tiada padanya maka tak bisa disebut pemuda”. Dari kutipan Imam Syafii, agenda Open House yang di laksanakan oleh UKM Formasi PHB 2018, dengan mengangkat tema “Menjadi Pemuda Baper”, eits .. Bapernya ini beda. Bawa perubahan.

Acara yang dilaksanakan di kampus dua ruang C dan D ini, sekaligus open untuk keanggotaan baru atau regenerasi penerus dakwah dikalangan kampus.  Agenda diisi oleh Azmi Al Amien, Ketua 1 PW P11 JawaTengah 2017/2018.

Azmi mengungkapkan, ditangan pemudalah letaknya urusan ummat, jika pemudanya maju maka maju pula ummatnya. Pria Peraih beasiswa S1 Kemenristek-Dikti 2014 ini juga membeberkan pemuda pemuda dambaan umat dimasanya, yang mampu memimpin di masa mudanya: Thariq bin Ziyad, Muhammad Al Fatih, Usamah bin Zaid, dan Jafar bin Abu Thalib.

“Jadilah pemuda bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah”, Ungkap pria bertubuh tinggi.

Pria asal UNNES ini juga mengungkapkan seperti yang diriwayatkan dalm QS Al Kahfi:13 “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”

Di akhir forum, Mahasiswa berprestasi Sport Science Unnes 2016 ini meminta agar Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dimanapun  dapat merubah masa depan dengan ilmu yang sudah didapat. Dan dapat berpartisipasi membangun masyarakat. Bukan hanya dengan IPK tinggi dan menjadi mahasiswa berprestasi, tetapi seberapa besar peran kita di masyarakat.

Acara Open House tidak hanya diisi oleh Azmi, kegiatan dilanjutkan dengan memanah. Seperti yang kita ketahui, bahwasannya memanah adalah olahraga sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad kepada kita.

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699).

 

Penulis: Novrizal Ryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *