KOMUNITAS BIKERS SUBUHAN TEGAL RAYA.

Foto dari sumber FB: Subuhan TEGAL RAYA.

Belakangan ini komunitas sepeda motor begitu ramai dari motor metik hingga moge (motor gede). Banyaknya kaum lelaki yang menyukai motor mendambah daftar anggota setiap komunitas motor dibeberapa daerah.

Namun, kini di Tegal terdapat sebuah komunitas motor yang berbeda dengan komunitas motor biasanya. “Komunitas Biker Subuhan Tegal Raya” Komunitas yang awal mulanya berdiri di Kota Bandar Lampung saat bulan Februari 2017, kini merambah beberapa kota hingga sampai ke Tegal kota ke 231 saat tanggal 03 Mei 2018 resmi didirikan , kemudian pada tanggal 13 Mei 2018 di deklarasikan bertempat di Masjid Thoybah Tegal Wangi dan diisi kajian oleh Ust KH. M.Sulton B. SH,I  dihadiri oleh Polsek Tegal dan Kodim. Di Deklarasikannya komuniitas biker subuhan Tegal raya tak lepas dari Habib Fadhil A. (Ketua Umum), M Taufik (Ketua Pelaksana) , Kaharudin Sarif (Ketua Informasi dan Administrasi) Yanis Haenizar (Ketua Keuangan).

Diawal berdirinya Komunitas Subuhan Tegal raya memiliki 30 anggota yang berasal dari kota dan kabupaten. Komunitas yang menganggendakan 2 kali Kopdar (Kumpul Ngobrolin Perkara Dunia Akhirat) ini, dilakukan 2 kali dalam sebulan untuk melakukan sholat subuh berjamaah di masjid yang sebelumnya di tetapkkan. Tak hanya melakukan kewajiban sholat subuh sebagai orang muslim akan tetapi dalam komunitas, ini anggotanya dapat mendambah ilmu agama dari ustad yang ikut hadir untuk berbagi ilmu kepada rekan-rekan biker subuhan tegal raya dan setidaknya kopdar ini selesai sebelum jam enam pagi.

Pada bulan puasa komunitas ini sudah memiliki 50 anggota dari berbagai pecinta motor. Syarat yang ditetapkan pun tidak sulit untuk masuk dalam komunitas ini, yang penting seorang muslim, menyukai dunia sepeda  motor dan suka pengajian.

Beberapa kegiatan sudah dilakukan, seperti bagi-bagi takjil saat bulan puasa, ikut mengadakan acara peringatan nuzulul qur’an , dan ikut membantu dalam penggalangan dana untuk palestina. Komunitas ini pun lintas madzhab tak ada syarat khusus tentang madzhab calon anggota.

Dinamakan Komunitas Subuhan Tegal raya karena sholat subuh adalah awal mula kehidupan. Serta keniatan atau keinginan yang tinggi dalam menghidupkan masjid dengan meramaikan baris shaf sholat subuh. Dan mereka meyakini bahwa dalam sholat subuh awal mula dari kehidupan yang lebih baik.

 

Penulis: Oktaviani Resti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *