KISAH INSPIRATIF DARI TUNA NETRA.

Ada istilah dalam kehidupan masyarakat yang melekat dalam pikiran. “Ingat lima perkara sebelum lima perkara”. Salah satunya ingat sehat sebelum sakit. Inilah yang harus dipegang erat dalam kehidupan.

Ghonim bin Qois berkata: “Di awal-awal Islam, kami juga saling menasehati: wahai manusia, beramallah di waktu senggangmu sebelum datang waktu sibukmu, beramallah di waktu mudamu untuk masa tuamu, beramallah di kala sehatmu sebelum datang sakitmu, beramallah di dunia untuk akhiratmu, dan beramallah ketika hidup sebelum datang matimu.” (Disebutkan dalam Hilyatul Auliya’. Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 387-388).”

Ini pula yang terjadi padaMuhammad yang berkulit cerah. Dilahirkan dengan kondisi sehat seperti yang lain. Tak kurang satupun hingga tumbuh dewasa bahkan sampai menikah.

Namun beranjak usia 31 tahun, Ahmad, sapaan para tetangganya. Mengalami kebutaan pada kedua matanya. Ahmad mengalami “Ablasi Retina”. Sejak itu pula penglihatannya tak seperti sejak bayi hingga remajanya, gelap pandangannya. Sekarang Ahmad berusia 44 tahun.

Ablasio retina adalah suatu gangguan pada mata yang terjadi ketika retina (lapisan jaringan di belakang mata yang memproses cahaya) terlepas dari jaringan yang ada di sekitarnya. Ini merupakan salah satu gangguan mata yang serius karena bisa menyebabkan kebutaan. Kebutaan bisa terjadi karena retina tidak bekerja dengan baik, penderita ablasio retina akan mengalami kehilangan penglihatan yang permanen jika pasien tidak diobati dengan cepat dan tepat.
Kebutaannya itu berawal dari kebiasaan pria berkulit putih ini,  yang bekerja di depan komputer dan suka sekali bermain Gadget sampai lama. Sehingga radiasi mengenai korneanya dan merusak penglihatannya.

Gangguan penglihatan itu dalam dunia medis disebut Computer Vision Syndrome (CVS) diawali dengan gejala mata kering.

Namun ada sedikit kisah yang dapat kita petik darinya. Kebutaanya malah semakin mendekatkan dirinya dengan Sang Khalik. Kebutaannya bukan penghalang sebagai penghafal Al Quran.

“Mungkin awal awalnya, sempat down saat diberitakan bahwa saya sudah tidak bisa melihat dunia yang indah lagi oleh dokter mata. Saat itu pula saya tercabik, tetapi saya ikhlas saat itu, malah yakin bahwa inilah yang Allah berikan kepada saya”, Ujarnya saat ditemui disaat sela memotivasi jamaah One Day One Juz (ODOJ TEGAL).

Awalnya pria yang gemar melempar guyon khas Tegalan ini, atau biasa disapa Ustad Ahmad, menghafal Al Quran dengan mendengarkan kaset MP3 dari beberapa Qori ternama, dan menghafal dengan berulang-ulang.  Kegiatan menghafal Al Qurannya sendiri saat menginjak usia 38 tahun. 7 tahun setelah divonis buta.

Ada 3 tips darinya agar mencintai Al Quran: pertama, Niatkan karena Allah, kedua harus ada tekad yang kuat diimbangi dengan motivasi berdasarkan hadis yang kuat,  ketiga atau terakhir, bahwa zikir yang baik adalah membaca Al Quran itu sendiri.

Ahmad sendiri memberikan tips agar cepat menghafal Al Quran adalah sering menghafal setiap hari 3-5 ayat, dengan metode mengulang 3 hari per hafalan maka akan yakin semakin hafal.

“Banyak hikmah yang dapat diambil setelah kebutaan yang dialaminya, terutama setelah menjadi penghafal dikala penglihatannya menjadi gelap. Hidup semakin tenang, hidup semakin semangat menjalani ibadah, dan hidup lebih nikmat”. Tambahnya.

Pekerjaan pun hilang semenjak kebutannya, tetapi ada keahlian baru yang dimilikinya. Pria yang mempunyai tinggi badan 160 cm ini, sekarang tukang pijat sekitar komplek. Dia pun memberi batasan jam dalam menerima pijatan. Jika setengah jam menjelang adzan, dia akan menolak untuk memijat. Ini diberuntukan agar dirinya menjalankan kewajibannya sebagai hamba-Nya.

Inilah kisah Muhammad atau Ustad Ahmad, setelah penglihatannya diambil sang Khalik. Tegar, periang dan berwibawa dalam kehidupannya. Buta bukan berarti down dalam kehidupan. Justru so must go on. Semoga kisahnya menginspirasi dalam kehidupan kita yang masih sehat untuk mencintai dan menghafal Al Quran.

 

 

Penulis: Novrizal Ryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *