Mahasiswa Poltek Harapan Bersama ikuti Kuliah Umum “Belajar di Jepang”.

Mengikuti kegiatan kampus merupakan hal yang sudah lazim dilakukan pada kalangan mahasiswa. Namun kegiatan yang satu ini menjadi hal yang beda dan sangat menarik untuk di ulas.

Kuliah Umum merupakan hal yang sudah biasa dilakukan di berbagai universitas atau perguruan tinggi. Hal menarik yang membedakan antara kuliah umum ini dengan kuliah umum yang lain adalah dengan hadirnya para penerima beasiswa dari berbagai institutusi.

Tak lepas dari pesertanya yang dirasa sangat spesial, tema yang diangkat pun sangatlah pantas untuk diperbincangkan mengingat Indonesia merupakan negara pengimport. “Studi di Jepang How and why?”, merupakan tema yang di angkat pada kuliah umum, bertempat di Aula Gedung C Kampus 1.

Acara ini sendiri mendatangkan Dr. Tus salah satu guru, pendidik, peneliti, dan ilmuwan yang sudah 8 tahun di Negara Jepang dengan mendapatkan gelar Ph.D. in Education Employment Record di Hiroshima University, Jepang.

Dr. Tus sendiri mendapatkan 4 beasiswa studi di Jepang, diantaranya Mext Japan, Kumahira Foundation, Yahata memorial Foundation dan Rotary Club. Tidak hanya itu, Pria yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah . Juga peraih 3 hibah dana riset di Jepang , Fuji Xerox dan 2 kali di danai oleh Global Enviromental Leaders program-Hiroshima University.

Tidak hanya Dr. Tus saja, ada beberpa pembicara yang semuanya adalah penerima beasiswa di Horoshima University, Jepang. Mulai dari Mext, LPDP, Jasso Scholarship, dan Phoenix Scholarship. Salah satunya adalah dosen Bahasa inggris dari Politeknik Harapan Bersama, Dewi Rahmatika. Penerima beasiswa Jasso Scholarship.

Menurut Maryami, atau Ami sapaan akrabnya. Kenapa memilih negera bunga sakura diantaranya 97% adalah menumbuhkan percaya diri, 99% mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri disana, 96% menambah pengalaman dan 96% bertemu banyak berbagai watak dari banyak negara.

Ami, adalah candidat penerima Master Perawat di Hiroshima University yang akan terbang pada tanggal 20 maret mendatang bersama dosen politeknik Harapan Bersama, Rahmatika.

Wanita yang gemar senyum ini menambahkan, persiapan untuk study ke luar  yaitu, pertama adalah negara mana yang akan dituju, kedua adalah keuangannya selama akan kuliah di negara tersebut, sejauh mana TOEFL kita untuk meng-apply, pantaskah kita untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan terakhir adalah kuasai internet dan teknologi. Karena ini sangatlah penting.

Iva, penerima LPDP Hiroshima University mengungkapkan, perlu adanya persiapan lain mulai dari sekarang. Seperti mencari informasi beasiswa sebanyak-banyaknya, optimis sukses dan yakin akan kemampuan diri, mempersiapkan semua persyaratan sesuai waktu yang ditentukan. Berkumpul dengan orang yang memiliki misi yang sama dan berbagi pengalaman dan terakhir adalah berdoa.

Ada 4 tahap dalam pengajuan beasiswa LPDP ataupun beasiswa yang lain, diantaranya administratif yang berisi melampirkan KTP/KTM, LoA Unconditional, Ijazah dan transkrip nilai terakhir, Sertifikat TOEFL yang minimal skor 570; Substansi; Final; dan pengumuman.

Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa Politeknik Harapan Bersama dapat termotivasi untuk lebih giat dalam berprestasi dan dapat menggapai impiannya masing-masing.

 

 

Penulis: Novrizal Ryanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *