HOBI YANG MENGHASILKAN UANG

Kata hobi sering jadi sinonim untuk bermain atau bersenang-senang. Kata hobi, juga dipandang sebagai kata yang sinonim dengan menghabiskan uang.

Tetapi bagaimana kalau kali ini, kita membalikkan kondisi dan mindset itu 180 derajat, dan alih-alih mengeluarkan uang dari dompet untuk melakukan apa yang kita senangi, justru kita membangun situasi untuk memasukkan uang ke dalam dompet, setiap kali kita melakukan hobi kita?

Seorang teman saya, adalah remaja yang hobinya membeli Headpiece, Bross dan bandana. Alih-alih dari hobinya itu ia justru malah semakin mencintai dunia Handcraft. Yang awalnya hanya suka membeli dari orang lain, kini dia malah justru membuat semua itu dan mendatangkan uang.

Awal mula ia berkecimpung dengan dunia handcraft adalah tahun 2012, yang sedang gencarnya mode muslimah headpiece, Nikmah yang biasa  di panggil. Dia suka membeli aksesoris tersebut untuk di pakai di hijabnya. Dia suka mengoleksi segala macam aksesoris tersebut. Dari situ cewek penyuka lagu Padi ini, suka meneliti dan mengamati atau biasa di sebut dalam istilah kewirausahaan adalah ATM ( Amati, Tiru, dan Modifikasi).

Nikmah tidak hanya meneliti saja dari hasil orang lain, Nikmah juga gencar mencari segala macam aksesoris lewat media sosial. Nikmah pandai sekali menikmati perkembangan teknologi di era global ini. Dia sering mencari cara membuat aksesoris, mulai dari bahan, pola dan harga. Semua itu Nikmah lakukan semata-mata untuk menuangkan kegemarannya dan kecintaanya dalam dunia Handcraft.

Semua bahan mulai dari kain perca, manik-manik, lem tembak, Nikmah membelinya lewat online atau datang ke lokasinya yang berada di Jakarta Kota.

Handcraft yang pertama kali dia buat adalah model Bross, karena menurut Dia itu adalah hal termudah yang dia lihat dari youtube dan juga waktu dalam pembuatannya hanya membutuhkan 1 jam saja untuk awam. Memasarkan produk awalnya Nikmah menggunakan sendiri sebagai model dan mengantarkan dari toko ke toko terdekat rumah.

Semakin hari berjalannya waktu, produknya semakin di minati oleh warga sekitar rumah. Dan Nikmah pun semakinberani untuk memposting produknya ke Media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Smua itu dilakukan lewat media sosial semua dalam menjalankan usaha kecilnya itu.

Dalam kurun waktu 1tahun, Nikmah sudah mulai kewalahan menerima orderan dari customer. Ketika di tanya team Jurnalis customer paling jauh, Nikmah menjawabnya adalah warga Indonesia yang bekerja di Hongkong.

Dari situ Nikmah merambah ke aksesoris yang buat di jual ke salon. Seperti bunga pernikahan yang dari kain perca. Dan juga hias uang mahar. Nikmah pun menerima segala macam model dari customer juga,

Ketika di tanya adakah customer yang rewel, “Dihadapin dengan sabar, dan tetap menawarkan produk-produk dan membandingkan harga dan bahan”. Dan faktor-faktor yang mendorong usaha, “ Semua itu karena hobi, dan tergiur karena mendatangkan uang, tetapi tetap mengukur kemampuan”. Adakah kendala dalam menjalankan usaha ini, “Kendala ada di waktu dan ketika bahan baku habis, jadi dalam pembuatan tidak bisa di update sesuai target dan memasarkan di kampung agak susah, karena warga sekitar berpikir aksesoris itu untuk apa, warga pengin harga murah tetapi bagus dalam bahan, dan menganggap online itu tipu-tipu, tetapi mensiasatinya dengan testimoni dari para customer”.

Omzet dalam usaha ini, “ Untuk produk itu masing-masing omzetnya, untuk Bross perhari 150 ribu, dan Headpiece tergantung dari momen-momen tertentu, karena kalau headpiece kan biasanya di pakai pada momen wisuda dan momen pernikahan itu bisa di atas 200 ribu, karena harga mahar hias dan head[iece sendiri per pics di atas seratus ribu”.

Apa keinginan ke depannya,” semoga semakin maju, semoga bisa membuka home industri sendiri, dan semakin bisa di percaya”.

Adakah kesan untuk para remaja yang mempunyai hobi di luar sana yang mendatangkan usaha, “ Jadi apapun hobi anda mungkin saatnya berhenti menjadikan hobi sebagai pintu pemborosan, tetapi membuat hobi jadi pintu pemasukan”.

Oke deh Nikmah, semoga usaha yang dirintisnya dari hobi kegemaran dalam dunia handcraft semakin maju dan semakin sukses. Siapa sangka dari hobi memboroskan uang sekarang malah mendatangkan uang.

Semoga kisah ini dapat mengisnpirasi dunia remmaja dimanapun berada. Termasuk buat saya sendiri.

Profil:

Nama: Arofatun Nikmah

Nama Panggilan : Nikmah

Alamat: Jl. Jurusan Jatibarang Ds, Balapulang Wetan Rt.2/10

Kec. Balapulang Kab. Tegal

 

 

Penulis : Novrizal Ryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *