“DKV Poltek HarBer Nganimasi Bareng Mas Be”

Ngumpul  Asik (Ngusik) Desain Komunikasi Visual (DKV) Politeknik Harapan Bersama Tegal (Poltek HarBer) kali ini kedatangan animator asal Tegal Bambang Gunawan untuk mengisikuliah umum dengan judul “Mencuri Ide Kreatif Korea untuk Animasi Indonesia” (4/11/2017).

Pria yang akrab disapa Mas Be membagikan pengalamannya selama 6 bulan belajar industry animasi di Korea Selatan pada tahun 2008. Lulusan Desain Interior dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu seringkali tampil dengan menggunakan adat Jawa. Bermula ketika kepulangan dari Korea diminta mempresentasikan  animasi Indonesia di China mengenakan beskap pengantin lengkap, dan diapresiasi oleh masyarakat luar. Pada akhirnya Bambang Gunawan memutuskan untuk memakainya, menjadikan hal itu menjadi ciri khas dari dirinya sendiri.

Dalam kuliah umum, dia menyebutk ananimasi di Indonesia sekarang ini mulai berkembang, sejak munculnya animasi-animasi lokal seperti Adit&SopoJarwo, Didi Tikus, Keluarga Somat dan lainnya yang sudah tayang di tv nasional. Hingga Film animasi “Battle of Surabaya” yang beberapa kali mendapatkan penghargaan. “Kita patut berbangga atask arya animasi local,” katanya.

Mas Be juga menjelaskan saat pembuatan animasi kita harus tau siapa target pasar, baik itu anak kecil, remaja atau orang dewasa. Survei dan riset sangat diperlukan dalam pembuatan karakter yang kuat atau dengan pembagian macam-macam sifat manusia seperti koleris, sanguin, melankolis atau phlegmatic dalam karakter yang dibuat. Ide cerita yang menarik pun menjadi pokok utama dalam pembuatan animasi.

Mencontoh Korea Selatan   

Kesuksesan film animasi Daisy, a Hen into the Wild dan serial animasi televise korea Pororo the Little Penguin dapat menjadi contoh. Daisy adalah film animasi pertama yang dapat merambah kawasan Eropa dan Amerika. Sedangkan keuatan karakter animasi Pororo diapresiasi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Korea Selatan dan mendapat Penghargaan President’s Prize dalam The Korea Character Awards tahun 2006. Pada tahun 2014, Pororo juga terpilih sebagai mascot bagi transportasi massal di Seoul, Korea Selatan.

Di Indonesia sendiri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah bekerja sama dengan MNC Animation untuk menggelar Bekraf Animation Conference (BEACON) di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung (26/8).

Kegiatan ini digelar untuk menggali potensi para animator berbakat di Indunesia dan membuka peluang lebih besar kepada mereka untuk berkarya. BEACON menjadi salah satu langkah pemerintah Indonesia dalam membangun perkembangan animasi di Tanah Air sehingga dapat menarik kembali minat animator asal Indonesia yang justru asyik berkiprah di luar negeri.

Seringkali orang-orang bertanya “apakah untuk menjadi animator harus mempunyai skill menggambar yang bagus?” Perlu diketahui siapa saja bisa menjadi animator 3D tanpa bisa menggambar, akan tetapi untuk animator 2D setidaknya memiliki kemampuan menggambar meski hanya mengikuti sketsanya saja. “Pratice makes perfect, perlu adanya latihan yang terus menerus, karena tanpa latihan mustahil dapat membuat animasi yang bagus,”tutur Pria yang telah mendalami Animasi sejak tahun1998 dan pernah menjadi pengajar animasi 2D dan manual drawing di Internasional Design School (IDS) dan Hellomotion, Jakarta.

 

Penulis: Oktaviani Resty Jurnalis Mata kampus (Mahasiswi DKV Semester 3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *